Di masa pandemi virus corona kita harus berhati - hati dengan yang namanya Protokol Kesehatan (Prokes). Waktu sebelum pandemi mewabah ke Indonesia saya menghubungi Pak Suhendi untuk menjadi dosen penguji sidang akhir saya tapi beliau berhalangan hadir karena masih di luar kota. Bertepatan pada tanggal 1 April tahun 2020 beliau baru saja pulang dari luar kota terus saya coba tanyakan lagi apakah bisa hadir apa tidak? Jawabannya bisa kata beliau. Lalu saya coba kontak ke dosen pembimbing saya Pak Rojul kata beliau saat ini kondisi indonesia lagi sedang mengalami Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akhirnya sidang nya di undur selama 2 minggu lebih sampai PSBB kembali di longgarkan.
Pada waktu saat PSBB saya bilang ke ayah saya karena sidang nya di undur. Terus ayah saya bilang "kenapa kamu gak sidang aja pake aplikasi zoom secara daring?" Lalu saya jawab : "Tidak mau PA karena dari kampus belum ada kepastian yang begitu jelas". Diam2 saya membuka beberapa status IG teman saya diantaranya ada 2 yang saya lihat si Vindi Pop, & Rizky Hidayat Panjatan sedang sidang online secara virtual dari kamar kost nya, lalu saya sampai terharu melihatnya 😥, tetapi saya tidak memberi tahu orangtua saya. Kemudian pada tanggal 5 Juni 2020 saya di kabari oleh teman saya Muhammad Rosul katanya beliau mau sidang proposal di kampus (sambil menunjukkan chat dari dosen pembimbing beliau)
Akhirnya saya coba menghubungi Pak Rojul untuk menanyakan "boleh sidang di kampus atau tidak?" Beliau jawab boleh asal pake masker & jaga jarak lalu saya kasih tau ke ayah saya katanya boleh juga & setelah itu saya membuat appointment kepada 2 dosen penguji (Pak Suhendi & Pak Rio) + 1 dosen pembimbing (Pak Rojul) di jadwalkan pada tanggal 29 Juni 2020.
Setelah menghubungi ketiga dosen tersebut akhirnya saya dapat menjalankan sidang akhir skripsi secara offline di kampus STT-NF lantai 3, sambil menunggu hasil sidang selama 5 menit sayapun deg2 an takut nilainya kurang, lalu Pak Rio memanggil saya untuk melihat hasil dari nilai sidang saya alhamdulillah dapat nilai sekitar 83 - 85 artinya sudah lulus sidang akhir walaupun hasilnya sangat memuaskan & masih banyak revisi yang perlu di perbaiki.
Gambar 1 Sesi foto setelah sidang tugas akhir
Setelah sidang pun saya juga menghubungi Miss Dee (teman dari ibu saya) untuk membantu apa yang harus di revisi dalam tugas akhir saya. Kemudian setelah revisi saya coba chat dosen pembimbing saya kata beliau sudah fix & lanjut aja langsung bikin jurnal, di situ saya sempat bingung juga mau tanya ke siapa? Apalagi PSBB jilid 2 sedang berjalan otomatis tempat2 publik rata-rata kebanyakan pada tutup & akhirnya molor sampai 6 bulan lebih karena efek pandemi belum mereda.
Masuk ke bulan Februari 2021 akhirnya saya di pm sama Rian "Fan. Apakah kamu sudah ambil SKL?" Lalu saya jawab "Belum sempat Rian bla bla bla, dll... Bikin alasan karena masih corona, belum vaksin, dll" sampai bikin alasan yang ruwet & tidak jelas. Di bulan maret ibuku sedikit cerita tentang temanku si Andika yang kuliah di UI katanya baru aja wisuda via online. "Terus kamu kapan ?" namun saya menjawab belum MA karena dari kampus belum ada info sama sekali akhirnya saya pun di omelin habis-habisan karena jurnal belum selesai dan waktu wisudanya belum jelas.
Terus sebelum bulan Ramadhan saya ke kampus, dan sekalian main ke kosan Luqni untuk menanyakan "cara buat jurnal itu bagaimana Luq ?" Lalu menjawab katanya ambil aja intinya terus di rangkum maksimal 7 halaman, akhirnya sayapun yakin cara mengerjakannya & langsung di buat juga dalam waktu itu, malamnya langsung saya kirim ke dosen pembimbing saya.
Setelah itu bulan Juli pun telah tiba. Di dalam grup info akademik keluar daftar nama yang sudah yudisium (termasuk saya juga) lalu saya juga masih bingung gimana caranya daftar wisuda?, Ajuin surat bebas pustaka?, dll lalu saya tanya ke Dzaki karena beliau ketua angkatan dari angkatan kita saat ini (Vixagraph) katanya sih dia jawab belum daftar wisuda sama belum dapat surat bebas pustaka. (yang anehnya jadi ceritanya Dzaki sudah bayar wisuda tetapi kok belum bayar ?)
Tanggal 18 Agustus 2021 saya tiba-tiba di wa sama Pak Dalias (Kemahasiswaan STT-NF) menanyakan saya "Apakah sudah daftar wisuda?" Lalu saya jawab belum pak karena kendala biaya, surat bebas pustaka, dll terus saya coba tanya langi ke Dzaki katanya dia juga belum dapat surat bebas pustaka (sampai hati saya rasanya deg2 an gak karuan karena kebingungan mencari informasi yang akurat), akhirnya saya coba pm si Javier di suruh hubungi Pak Fahru karena beliau orang pustakawan. Kemudian pada tanggal 20 saya di chat balik sama beliau ada sedikit revisi di bagian daftar isi & halaman pengesahan, Akhirnya saya pun malah jadi bingung juga "Mau tanya ke Miss Dee takut balesnya lama, belum lagi janjian sama beliau?", "Mau tanya Luqni atau Azwan juga belum selesai karena lagi sibuk kerja?". Lalu saya putuskan kerjain sendiri dari tutorial youtube mungkin berhasil. Setelah revisi namun saya coba kirim file Revisinya ke Pak Fahru & saya tunggu sampai sebelum ashar akhirnya "Surat Bebas Pustaka" pun sudah jadi, lalu saya langsung coba daftar wisuda, dan konfirmasi ke Pak Dalias bahwa saya sudah mendaftarkan wisuda. Kebetulan tanggal 20 itu hari terakhir kali daftar wisuda, kalau misalkan kita mendaftarkan lebih dari tanggal itu, maka pendaftaran wisuda sudah tidak di layani lagi.
1 minggu kemudian saya di panggil ke kampus untuk pengambilan toga, lalu kak Ghina bilang ke saya bahwa wisudanya dilakukan secara offline pada tanggal 9 September mendatang (Dalam hati saya "HOREEEE BISA WISUDA OFFLINE KETEMU BANYAK TEMAN !!!"), dan tanggal 1 september pra wisuda pun dimulai secara virtual. Lalu sayapun berfikir "Kalau misalkan wisudanya dalam kondisi virtual begini banyak minusnya antara lain tidak bisa diskusi sama teman, ketemu dosen, dsb?". Terus setelah pra wisudanya selesai sesi tanya, dan jawab pun dimulai, saya mencoba bertanya ke panitia wisuda "Bu, Kalau misalkan udah 2x vaksin apakah harus test antigen lagi ?" Panitia menjawab : Wajib, karena demi menekan laju penyebaran virus corona di Indonesia. Lalu tanggal 8 September jam 10:00 saya berangkat menuju rumah sakit Siloam untuk mengambil sampel test Antigen, Dalam 30 menit kemudian Alhamdulillah hasilnya sudah keluar bahwa saya itu "Negatif". Setelah itu jam 15:00 Geladi Resik wisuda juga dilakukan secara online, sebagian panitia & perwakilan mahasiswa pun juga hadir secara offline di hotel Bumi Wiyata Depok karena memberi sedikit arahan pada wisuda besok agar tidak terjadi kesalahan teknis. Malamnya saya di pm lagi sama rian "Fan, Rasanya di swab sama dokter sakit apa engga?" terus saya jawab "Rada geli sedikit yan... Lebih sakit di suntik vaksin" lalu dia balas "Waduh fan, kayanya aku lagi pilek nih takut positif 😥" saya jawab lagi "Coba aja dulu yan, pasti hasilnya negatif. Kebetulan 1 minggu kemarin aku juga test antigen walaupun kondisi kurang enak badan hasilnya masih negatif". Dalam 15 menit kemudian Rian pun membalas chat saya "Alhamdulillah negatif fan..." lalu saya bales "Alhamdulillah juga".
Paginya setelah sholat subuh lalu saya bersiap-siap untuk berangkat wisuda, sebelum berangkat saya berfoto dulu bersama kedua orangtua saya & adik saya, lalu mempersiapkan juga laptop di ruang tamu untuk orangtua menonton wisuda secara online sebab karena kapasitas gedung di batasi 50% jadinya orangtua hanya bisa menyaksikan secara online via zoom.
Gambar 2 Sesi foto dengan keluarga
Video 1 Live wisuda STT-NF ke 4
Jam 7 pun sudah tiba, saatnya saya menuju hotel Bumi Wiyata untuk perayaan wisuda ke 4 yang di gelar oleh kampus STT-NF. Sesampainya di lokasi saya langsung menitipkan tas, dan menunjukan hasil test swab antigen negatif, sehingga diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Prosesi wisuda pun dimulai, sambil menunggu nama saya di panggil saya bermain HP sambil buka grup wa keluarga banyak yang mengucapkan "Selamat" kepada saya karena telah lulus kuliah di kampus STT-NF. 30 menit kemudian rombongan saya di panggil untuk menuju panggung & mengantri di belakang, lalu giliran saya di panggil untuk naik ke atas panggung saya mendapatkan ipeka sangat memuaskan rasanya sedikit deg2 an saat nama saya di panggil. Waktu di atas panggung saya melihat Pak Rojul (kebetulan beliau menjadi ketua senat wisuda saat ini), sayapun mendengar sedikit suara dari beliau ketika saya naik ke atas panggung "Fan selamat yaa... (suara dosen pembimbing sedikit terdengar dari speaker sambil salaman dari jarak jauh)", Lalu saya menuju ke prodi TI untuk mengambil sertifikat kelulusan dan mengambil foto. Setelah itu saya kebali lagi ke tempat duduk saya menunggu semuanya naik ke atas panggung sampai selesai, akhirnya janji wisuda pun dibacakan oleh Akmal dan semua wisudawan pun mengikuti membacanya. Lalu penutupan sidang senat telah dimulai sebagian dosen pun telah berjalan keluar ruangan untuk meninggalkan gedung, sedangkan wisudawan hanya boleh menunggu di dalam ruangan sampai di jemput, atau yang bawa kendaraan sendiri boleh dipersilahkan segera pulang. Setelah acara wisudanya selesai saya meminta izin ke kak Fani (Selaku pengurus BAAK di kampus STT-NF) bahwa saya akan berfoto bersama teman kata beliau sih boleh... Tapi jangan langsung di unggah ke sosmed karena kondisinya sedang berstatus PPKM level 3 (Takutnya nanti malah seperti kejadian kerumunan di Holly Wings kemang denda nya sampai 50 juta & di hukum sampai pandemi selesai. Bukan kitanya yang rugi, tapi pemilik gedung juga rugi kalau misalkan gedungnya sampai di segel).

Gambar 3 Foto di lokasi wisuda
Gambar 4, 5, 6 Sesi foto bersama setelah wisuda
Setelah selesai sesi foto akhirnya saya dijemput oleh kedua orangtua saya & adik saya untuk menuju pulang ke rumah.
Terusinn hobinya yaa..nanti miss dee kirim hasil tulisan komik miss dee
ReplyDeleteWah.. Kakak hebat sekarang sdh bisa bercerita runut, good job, tetap semangat ya kak 👍👍👍
ReplyDelete